Temuan ini diharapkan menjadi referensi bagi pengoperasian kapal LNG dalam kondisi muatan rendah.
Dengan peningkatan perawatan sistem secara berkala dan penguatan pemahaman awak kapal, penerapan BWMP dapat berjalan lebih optimal dan mendukung upaya pencegahan pencemaran air laut.
Fiona 38 sebagai pengendali hose, pengatur posisi tanker, dan pendukung keselamatan operasional menunjukan bahwa kapal ini merupakan komponen penting dalam menjamin kelancaran, efisiensi, dan keandalan kegiatan lifting tanker di wilayah kerja PHE WMO
Dengan Pengaturan ballast yang tepat dan sesuai prosedur, stabilitas kapal dapat terjaga sehingga kapal dapat berlayar dengan aman, efisien, dan sesuai dengan regulasi internasional seperti SOLAS dan Ballast Water Management Convention ( BWMC ).
Hasil penelitian menunjukan bahwa loss cargo disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu penyusutan fisik ( seperti penguapan, kebocoran tangki, dan pencurian ) dan penyusutan semu ( seperti kesalahan pengukuran, kesalahan perhitungan, dan alat ukur yang tidak akurat ).
Rekomendasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan keselamatan proses pemuatan LNG
Untuk mengetahui faktor penyebab tidak optimalnya kerja steering gear.
Adapun nilai koefisien determinasi ( R2 ) yang di peroleh sebesar 0,450 mengindikasikan bahwa sebesar 45% variasi kinerja ABK kamar mesin dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan chief engineer, sedangkan 55% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti pengalaman kerja, kompetensi teknis, kondisi lingkungan kerja, serta budaya kerja di kapal
Dengan demikian, alat sensor ini berhasil dirancang dan diterapkan, baik di kapal maupun dalam pelabuhan, memberikan kontribusi positif dalam upaya meningkatkan keselamatan pelayaran dan keakuratan data penumpang.
Peneliti merekomendasikan pengutan pemeliharaan infrastruktur dan digitalisasi koordinasi penyandaran untuk meminimalisir bottleneck operasional.