Penelitian ini merekomendasikan penggunaan strategi yang berbasis pada risiko dan peluang untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan dalam proses bongkar muat batu bara.
Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dan teoretis bagi peningkatan keselamtan pelayaran di jalur perairan sempit seperti sujngai mahakam.
Spil Ratna belum sepenuhnya dilakukan dan mengakibatkan adanya kendala atau masalah yang terjadi pada sekoci seperti kurangnya pelumas pada dewi-dewi sekoci dan memberi dampak pada saat drill sekoci tidak dapat launching dengan sempurna.
Faktor internal berupa kerusakan pada alat bongkar muat di kapal juga menghambat proses karena akan menghambat kegiatan proses bongkar muatan pupuk urea di pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar.
Pada saat itu penulis sedang melaksanakan praktik laut { pralaa} yaitu pada tanggal 16 Agustus 2023 sampai dengan 28 Agustus 2024
Prosedur ketat, komunikasi antar bagian via radio HT, pengecekan peralatan, dan penerapan Enclosed Space Entry Checklist menjadi faktor kunci keberhasilan proses tank cleaning yang aman dan efisien.
Dan sekoci kapal dapat bekerja secara optimal setiap saat, baik dalam drill maupun jika terjadi keadaan darurat meninggalkan kapal atau abandon ship.
Dengan penerapan lashing yang sesuai standar, risiko kerusakan muatan dapat ditekan dan keselamatan pelayaran dapat ditingkatkan
Kebersihan proses tersebut juga didukung oleh faktor kombinasi antara metode teknis yang tepat, pemahaman karakteristik muatan, kondisi peralatan, kompetensi kru, serta perencanaan waktu dan cuaca yang efektif
Untuk mencegah terjadinya kerusakan serupa dan memastikan kelancaran proses bongkar muat, pihak kapal telah melakukan sejumlah upaya, avatar lain pemeriksaan kondisi fisik reefer container, pencatatan harian monitoring temperature suhu, serta pelaksanaan safety meeting atau evaluasi rutin oleh seluruh kru kapal sebelum proses permuatan reefer ke atas kapal dilakukan.