Dengan penerapan prosedur yang lebih optimal, diharapkan proses pembongkaran muatan dapat dilakukan dengan lebih efisien, sehingga mendukung kelancaran operasional kapal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dinas jaga crew kapal MV. Warih Mas pada saat berlabuh jangkar dan untuk mengetahui upaya yang harus dilakukan
Imoplementasi rekomendasi ini diharapkan dapat meningkatkan performa system hydraulic pada kapal dan mencegah hal serupa terulang kembali.
Keamanan penumpang merupakan tanggung jawab dan fokus utama bagi perusahaan industri maritim dalam menyelenggarakan kegiatan pelayaran yang mana termuat dalam undang-undang republik indonesia nomor 17 tahun 2008.
Sekoci penolong merupakan perahu kecil yang digunakan untuk menyelamatkan penumpang dan awak kapal saat terjadi darurat di laut
Temuan ini diharapkan menjadi referensi bagi pengoperasian kapal LNG dalam kondisi muatan rendah.
Dengan peningkatan perawatan sistem secara berkala dan penguatan pemahaman awak kapal, penerapan BWMP dapat berjalan lebih optimal dan mendukung upaya pencegahan pencemaran air laut.
Fiona 38 sebagai pengendali hose, pengatur posisi tanker, dan pendukung keselamatan operasional menunjukan bahwa kapal ini merupakan komponen penting dalam menjamin kelancaran, efisiensi, dan keandalan kegiatan lifting tanker di wilayah kerja PHE WMO
Dengan Pengaturan ballast yang tepat dan sesuai prosedur, stabilitas kapal dapat terjaga sehingga kapal dapat berlayar dengan aman, efisien, dan sesuai dengan regulasi internasional seperti SOLAS dan Ballast Water Management Convention ( BWMC ).
Hasil penelitian menunjukan bahwa loss cargo disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu penyusutan fisik ( seperti penguapan, kebocoran tangki, dan pencurian ) dan penyusutan semu ( seperti kesalahan pengukuran, kesalahan perhitungan, dan alat ukur yang tidak akurat ).