Selain itu, fitur monitoring berbasis IoT memungkinkan pemantauan sistem secara real time sehingga kontinuitas dan kamanan pasokan listrik pada skala prototipe dapat terjaga.
Penggunaan air dalam sistem ini juga memberikan efek pendingin (cooling effect) yang membantu menjaga suhu operasional panel tetap optimal.
Sistem ini terbukti efektif sebagai alat bantu pemeliharaan preventif untuk mencegah kerusakan isolasi lilitan dan memperpanjang umur operasional motor di kapal.
Dengan demikian, sistem monitoring berbasis sensor piezoelectric dapat digunakan sebagai alat bantu deteksi dini kerusakan motor serta mendukung pemeliharaan preventif pada motor listrik sewage pum di kapal.
Dengan demikian, sistem ini berpotensi menjadi solusi pendukung dlam pengembangan konsep pelabuhan pintar yang aman dan efisien.
BErdasarkan hasil tersebut, sistem monitoring sumber energi listrik berbasis IoT yang dirancang layak digunakan sebagai alat pemantauan sumber energi listrik pada kapal dan mampu meningkatkan efisiensi kerja awak kapal dalam melakukan monitoring kelistrikan.
Sistem Proteksi bekerja dengan baik dalam mendeteksi kondisi overload dan overheat sehingga dapat mencegah kerusakan lebih lanjut pada motor listrik tiga fasa.
Dalam kondisi blackout, kendala dan kinerja Emergency Generator menjadi sangat kritis untuk menjaga operasionalitas kapal dan keamanan awak.
Sensor ini dapat mendeteksi objek dibawah permukaan laut sampai kedalaman 7 meter.
Dengan demikian, prototipe smart ballast control ini dinilai mampu menjadi solusi alternatif yang sederhana dan ekonomis untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi pengadilan ballast pada kapal tanker.