Kendala ini bisa diatasi dengan adanya penjadwalan drill, pelaksanaan safety meeting dan mematuhi SOP, yang bertujuan untuk meminimalisir kesalahan dalam penggunaan dan perawatan APAR.
Namun, ditemukan beberapa hambatan seperti kurangnya kewaspadaan dan tanggung jawab petugas jaga, hal ini menunjukkan potensi bahaya tubrukan di kapal KM. Sabuk Nusantara 28.
Penerapan P2TL kecepatan aman yang konsisten dan tepat dapat mengurangi risiko kecelakaan dan mendukung terciptanya pelayaran yang lebih aman di perairan Indonesia.
Faktor kewaspadaan, koordinasi di anjungan, dan disiplin dalam prosedur jaga menjadi aspek yang perlu dievaluasi agar dapat meningkatkan kepatuhan terhadap COLREG dan menjamin keselamatan pelayaran di alur pelayaran sempit.
Dengan demikian pencegahan oil spill memerlukan integrasi antara perawatan teknis yang terencana dan peningkatan disiplin operasional awak kapal guna meminimalkan risiko pencemaran lingkungan laut dan kecelakaan kerja.
Terdapat beberapa rekomendasi untuk keselamatan pelayaran yaitu pemeriksaan harian, labelisasi terhadap muataan, dan fire drill.
Adapun kendala pada saat bernavigasi di atas kapal MV. Dolphin Nusantara 2 dimana radar tidak dilengkapi dengan ARPA,...
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi penyebab kecelakaan kerja pada saat proses bongkar muat di atas kapal KM.Labobar, serta mengetahui prosedur keselamatan kerja yang benar pada saat proses bongkar muat di atas kapal KM.Labobar. Oleh karena itu, diperlukan adanya pemahaman mengenai pengetahuan serta keterampilan prosedur bongkar muat sehingga dapat diaplikasik…
Perawatan sekoci penyelamat (lifeboat) di kapal merupakan aspek krusial dalam mendukung keselamatan pelayaran, khususnya saat terjadi keadaan darurat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya kondisi sekoci yang tidak optimal di MV. Dharma Lautan Ruby, seperti mesin yang tidak dapat menyala dan wire yang macet akibat kurangnya perawatan rutin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk me…
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana penerapan safety meeting dapat meningkatkan kinerja dan kedisiplinan crew kapal sebagai upaya menciptakan pelayaran yang lebih aman, efektif, dan efisien. Latar belakang penelitian ini berangkat dari tingginya angka kecelakaan laut di Indonesia yang sebagian besar disebabkan oleh kelalaian manusia (human error). Dalam merespons isu ini, Inte…