Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi GPS Neo-6M, kompas GY-26, ESP32, dan Arduino Uno mampu menghasilkan sistem navigasi otomatis yang dapat mengarahkan kapal menuju titik koordinat yang telah ditentukan.
Sensor memantau secara real-time kadar gas, mengaktifkan alarm, dan mengoperasikan ventilasi ketika ambang batas berbahaya terlampaui, sehingga memastikan tindakan cepat terhadap potensi ancaman.
Sementara itu, reliabilitas sistem dibuktikan melalui kemampuan transmisi data koordinat GPS dan parameter kesehatan secara konsisten ke gateway monitoring tanpa terjadi kehilangan data fatal (packet loss) selama berada dalam batas jangkauan operasional.
Selain itu, sistem ininjuga mengintegrasikan dua sumber energi melalui pengontrol pengisian hibrid dan sistem penyimpanan energi yang menggunakan baterai.
Sistem yang dikembangkan berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi cadangan pada kapal untuk mendukung kebutuhan listrik secara berkelanjutan.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu membaca nilai pH dan ketinggian air ballast dengan baik serta menampilkan data secara real-time.
Sistem ini efektif memberikan peringatan dini terhadap potensi perbedaan suhu berlebih pada reefer container.
Dengan begitu kualitas pelaksanaan rancangan penelitian (validitas internal) bisa menjadi tinggi.
Dengan demikian, sistem yang dikembangkan mampu meningkatkan efektivitas pemantauan, keandalan sistem proteksi, efisiensi operasional OWS, serta mendukung upaya perlindungan lingkungan maritim melalui penerapan teknologi IoT.
Sistem yang dirancang mampu mendukung proses monitoring dan tracking kapal secara efektif dan layak sebagai pengembangan teknologi kapal kendali jarak jauh berbasis sistem elektronik dan monitoring real time.