Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan perbaikan mekanisme Seaferer Employment Contract (SEC) agar proses crew replacement dpat berjalan lebih efisien, tepat waktu dan sesuai dengan standar operasional perusahaan.
Kesimpulannya, penguatan implementasi Safety Observation Code (SOC) terutapa pada aspek kepatuhan pelaporan dan tindak lanjut temuan berpotensi meningkatkan kinerja keselamatan kerja di atas kapal
Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan ISPS Code berpengaruh positif dan meningkatkan efektivitas keamanan di pelabuhan.
Hasil simulasi regresi juga menunjukkan bahwa biaya hasil estimasi memiliki pola yang searah dengan biaya aktual meskipun masih terdapat selisih akibat kondisi operasional di lapangan.
Berdasarkan temuan tersebut, dapat disumpulkan bahwa digitalisasi administrasi melalui sistem E-Pas Kecil di KSOP Kelas II Gresik telah mencerminkan meodernisasi layanan publik berbasis teknologi informasi, dengan capaian yang dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya manusia dan infrastuktur pendukung.
Selain itu, fitur monitoring berbasis IoT memungkinkan pemantauan sistem secara real time sehingga kontinuitas dan kamanan pasokan listrik pada skala prototipe dapat terjaga.
Penggunaan air dalam sistem ini juga memberikan efek pendingin (cooling effect) yang membantu menjaga suhu operasional panel tetap optimal.
Sistem ini terbukti efektif sebagai alat bantu pemeliharaan preventif untuk mencegah kerusakan isolasi lilitan dan memperpanjang umur operasional motor di kapal.
Dengan demikian, sistem monitoring berbasis sensor piezoelectric dapat digunakan sebagai alat bantu deteksi dini kerusakan motor serta mendukung pemeliharaan preventif pada motor listrik sewage pum di kapal.
Dengan demikian, sistem ini berpotensi menjadi solusi pendukung dlam pengembangan konsep pelabuhan pintar yang aman dan efisien.