Kapal sebagai sarana transportasi laut menghadapi berbagai risiko keselamatan, seperti kecelakaan pelayaran, kebakaran, dan pencemaran lingkungan, yang dapat membahayakan awak kapal.
Pelaksanaan dinas jaga, terutama dalam kondisi tampak terbatas & cuaca buruk menghadirkan tantangan yang signifikan bagi penulis yang bertugas dalam bernavigasi.
Rencana pelayaran (passage plan) merupakan elemen krusial dalam navigasi maritim yang bertujuan untuk memastikan pelayaran yang aman dan efisien dari suatu pelabuhan ke pelabuhan lainnya.
Kapal sebagai alat transportasi laut membutuhkan air ballast guna mempertahankan stabilitas serta menjaga keseimbangan kapalnya.
Pencemaran laut merupakan suatu pencemaran yang terjadi di pesisir pantai atau laut yang terjadi karena banyak hal termasuk kegiatan pelayaran kapal.
Kecelakaan lerja merupakan kejadian tidak terduga dan tidak diinginkan yang dapat terjadi kapan saja dan dimana saja, dan berpotensi menyebabkan cedera fisik pada seseorang.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif
Dalam edisi inim dipaparkan terkait teori mengolah gerak, mengemudikan kapal, pengaruh baling-baling dan materi lainnya yang sarat dengan manfaat keilmuan.
Jika dibandingkan lahirnya alat transportasi udara atau angakatan darat, kendaraan laut lebih dahulu ada.