Rute 3 lebih optimal karena menghasilkan emisi lebih rendah dibandingkan rute 19, sehingga optimalisasi rute dan operasi kapal penting untuk menekan emisi gas buang.
Dengan demikian, sistem monitoring ini dinilai efektif sebagai solusi untuk meningkatkan pengawasan ruang pendingin dan meminimalkan kerugian akibat penurunan kinerja sistem pendingin.
Data kemudian divalidasi oleh mikrokontroler ESP-32U untuk mengaktifkan akuator sehingga pintu terbuka otomatis dan menutup kembali setelah 10 detik.
Sedangkan kondisi upnormal menunjukkan penurunan performa injectopr yang berdampak pada efisiensi pembakaran mesin induk kapal.
Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam modernisasi metode pembelajaran di sekolah pelayaran, serta mendorong adopsi teknologi IoT dalam industri Perawatan dan Pengelolaan mesin.
Rekomendasi yang diajukan adalah penerapan inspeksi superheat katup ekspansi secara berkala guna mencegah resiko liquid slugging (masuknya refrigerant kedalam sistem) pada unit kompresor baru serta monitoring sistem pelumasan pada kompresor.
Oleh karena itu, perawatan injector secara berkala diperlukan untuk menjaga efisiensi pembakaran dan kinerja mesin diesel generator.
Bukan sekedar aspek proteksi, melainkan instrumen krusial dalam menjamin efisiensi operasional dan performa kerja di kamar mesin.