Saran yang diberikan meliputi penguatan jadwal inspeksi dan pelumasan, peningkatan kesadaran awak kapal, serta optimalisasi ketersediaan suku cadang seperti wire rope untuk mencegah penundaan.
Oleh karena itu, peningkatan pengawasan, evaluasi, serta pelatihan yang berstruktur sangat diperlukan guna meningkatkan efektivitas pembersihan ruang muat sesuai standar.
Penilitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam peningkatan keselamatan pelayaran di perairan terbatas dan memperkuat implementasi P2TL secara efektif.
Penelitian ini menggunakan jenia penelitian kualitatif deskriptif sebagai pemecahan masalah yang terjadi diatas kapal dan menggunakan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi yang diambil pada saat peneliti melaksanakan praktek laut diatas kapal MT Tirtasari selama 12 bulan 5 hari yang terhitung sejak 5 oktober 2023 hingga 10 oktober 2024.
Hasil dari proyek ini diharapkan dapat menjadi referensi pembelajaran terapan untuk pengembangan teknologi tepat guna dibidang permesinan kapal.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa keberhasilan investasi di sektor transportasi laut tidak hanya bergantung pada analisis finansial.
Kecelakaan kapal masih menjadi tantangan serius dalam dunia maritim meskipun penerapan berbagai regulasi keselamatan internasional maupun nasional telah diberlakukan
Dengan demikian, CFS Lini 1 terbukti memberikan keunggulan kompetitif bagi pengguna jasa melalui struktur handling charge LCL yang lebih efesien.