Text
Penerapan Peraturan Pencegahan Tubrukan di Laut (P2TL) pada Pelaksanaan Dinas Jaga Ketika Memasuki Alur Pelayaran Sempit untuk Mencegah terjadinya Bahaya Tubrukan di Kapal SPB Lais
Dinas jaga merupakan kegiatan pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan di atas kapal untuk menjamin keselamatan pelayaran. Dalam pelaksanaannya, perwira jaga wajib menerapkan Peraturan Pencegahan Tubrukan di Laut (P2TL), terutama ketika kapal memasuki alur pelayaran sempit yang memiliki risiko tubrukan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan P2TL dalam kegiatan dinas jaga serta upaya optimalisasinya di kapal SPB LAIS. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Penelitian dilaksanakan selama praktik laut (PRALA) selama kurang lebih 12 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan P2TL pada pelaksanaan dinas jaga di kapal SPB LAIS sudah berjalan dengan baik, ditandai dengan pelaksanaan pengamatan (lookout) secara terus-menerus, penggunaan alat navigasi seperti radar, AIS, dan ECDIS, serta komunikasi yang efektif antar kapal melalui radio VHF. Selain itu, penerapan kecepatan aman, peningkatan kewaspadaan saat memasuki alur sempit, serta pengawasan langsung oleh Nakhoda turut mendukung keselamatan pelayaran. Namun demikian, masih ditemukan kendala berupa faktor human error, seperti kurangnya pengamatan, keterlambatan pengambilan keputusan, dan kurangnya koordinasi antar kru. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan disiplin, kewaspadaan, keterampilan perwira jaga, serta optimalisasi penggunaan alat navigasi dan komunikasi agar risiko tubrukan dapat diminimalkan dan keselamatan pelayaran dapat terjamin.
Tidak tersedia versi lain