Text
Analisa Lashing terhadap Keselamatan Peti Kemas saat Pelayaran
Penelitian ini dilaksanakan selama praktik laut di kapal MV. Meratus Pematang Siantar untuk menganalisis penerapan teknik lashing terhadap keselamatan peti kemas selama pelayaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan lashing belum optimal akibat ketiadaan SOP tertulis dari perusahaan yang berfungsi sebagai pedoman kerja. Kondisi ini berdampak pada lemahnya pengawasan, tidak adanya pemeriksaan tegangan lashing secara berkala, minimnya perawatan peralatan, serta rendahnya kepatuhan awak kapal terhadap prosedur keselamatan, termasuk penggunaan APD. Meskipun secara teknis metode lashing yang digunakan seperti twist lock dan lashing bartelah sesuai standar IMO, ketiadaan evaluasi rutin dan sistem kerja yang terstruktur membuat keselamatan muatan tetap berisiko. Faktor-faktor utama yang memengaruhi keamanan lashing meliputi: (1) faktor manusia, di mana pelaksanaan lashing lebih mengandalkan pengalaman daripada standar internasional seperti SOLAS atau CSS Code; (2) faktor metode, berupa ketiadaan SOP yang mengakibatkan lemahnya pengawasan dan prosedur perawatan; (3) faktor material, dengan ditemukannya alat lashing rusak atau berkarat; (4) faktor pengukuran, yakni tidak dilakukannya pemeriksaan tegangan secara berkala; dan (5) faktor lingkungan, seperti cuaca buruk dan gelombang besar, yang memengaruhi efektivitas lashing. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan teknik lashing tidak hanya bergantung pada kesesuaian metode dengan standar, tetapi juga pada dukungan prosedur resmi, perawatan teratur, kesadaran awak kapal, serta kesiapan menghadapi kondisi lingkungan yang dinamis.
Tidak tersedia versi lain