Kandasnya kapal saat melalui alur pelayaran yang sempit merupakan insiden yang sering terjadi.
Keselamatan pelayaran merupakan masalah dan tanggung jawab bersama yang harus ditanggulangi oleh semua pihak khususnya bagi mereka yang berkecimpung di dunia pelayaran, hal ini tentu memeberikan dampak yang sangat besar terutama masalah keselamatan jiwa dilaut serta kapal dan muatannya yang sangat mempengaruhi kepercayaan para pemakai jasa transportasi laut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penerapan keselamatan kerja di atas kapal MV. Tanto Subur 1 sebagai upaya mencegah kecelakaan kerja
Perawatan alat bongkar muat berperan penting untuk menunjang kelancaran proses bongkar muat guna kelangsungan pengangkutan barang nasional maupun internasional
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan transportasi laut menjadi moda utama dalam transportasi.
KSOP Kelas III Tanjung Pakis memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan bahwa layanan pemanduan berjalan dengan lancar.
Pelabuhan Tanjung Perak sebagai salah satu pelabuhan utama di Indonesia menghadapi tantangan dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas kegiatan bongkar muat.
Kapal sebagai sarana transportasi laut menghadapi berbagai risiko keselamatan, seperti kecelakaan pelayaran, kebakaran, dan pencemaran lingkungan, yang dapat membahayakan awak kapal.
Pelaksanaan dinas jaga, terutama dalam kondisi tampak terbatas & cuaca buruk menghadirkan tantangan yang signifikan bagi penulis yang bertugas dalam bernavigasi.
Rencana pelayaran (passage plan) merupakan elemen krusial dalam navigasi maritim yang bertujuan untuk memastikan pelayaran yang aman dan efisien dari suatu pelabuhan ke pelabuhan lainnya.