Dapat disimpulkan dari hasil pengujian alat secara statis dan dinamis, alat ini dapat bekerja secara baik, sehingga awak kapal dapat mengambil tindakan lebih awal sebelum terjadi kecelakaan yang di akibatkan kerusakan kebococran freon
Dengan demikian, dapat di simpulkan bahwa pengoperasian crane secara simultan memiliki dampak nyata terhadap kinerja generator, sehinggga di perlukan pengelolaan beban , koordinasi operator, serta penerapan prosedur operasional yang tepat untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan kapal.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah surging terjadi karena ring piston yang patah, scavange air trunk banyak lumpur, kebococran pada exhaust ,intercooler tidak bekerja dengan baik,minyak lumas kotor, dan faktor alam sehingga upaya yang di lakukan yaitu dengan mengganti ring piston, membersihkan scavange air trunk, mengganti exhaust valve, flush intercooler dengan chemical,mencuci filter L.O …
Sebagai langkah optimalisasi, disarankan penerapan scheduled maintenance yang displin, pelaksanaan toolbox meeting rutin antar kru, serta evaluasi periodik terhadap efektivitas perawatan guna memastikan efisiensi di masa depan.
Dengan implementasi strategi ini, di harapkan kinerja deck crane menjadi lebih optimal dan operasional kapal dapat berjalan lebih efisien dan aman.
Oleh karna itu, perawatan berkala dan pengoperasian Fres Water Generator sesuai prosedur sangat di perlukan untuk menjaga kontinuitas dan efisiensi produksi air tawar di atas kapal.
Oleh karna itu, dibutuhkan sistem pengawasan yang lebih ketat, pelatihan teknis berkala kepada awak, serta integrasi manajemen keselamatan dengan pelaksanaan perawatan yang terjadwal.
Penelitian ini merekomendasikan penggunaan strategi yang berbasis pada risiko dan peluang untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan dalam proses bongkar muat batu bara.