Pengangkutan barang
Peneliti merekomendasikan pengutan pemeliharaan infrastruktur dan digitalisasi koordinasi penyandaran untuk meminimalisir bottleneck operasional.
Faktor utama yang mempengaruhi produktivitas meliputi kesiapin alat, kondisi cuaca, ketapatan jadwal operasi serta kinerja operator di lapangan.
Maka dari itu, di perlukan optimalisasi pengawasan, penyediaan fasilitas APD yang terstandardisasi, serta edukasi keselamatan kerja yang berkesinambungan guna memitigasi risiko insiden kerja di area pelabuhan.
Dengan demikian, efektivitas rotasi crew kapal foreign bersifat parsial, yaitu efektif dalam mendukung tujuan organisasi namun masih memerlukan pemnyempurnaan agar lebih memperhatikan aspek kessejahteraan, motivasi, dan persepsi keadilan awak kapal.
Selain itu, hasil dari observasi dan wawancara juga memperlihatkan adanya hubungan antara kinerja ARTG dengan produktivitas operasi dermaga terminal petikemas serta data laporan pendukung lainnya yang menjadi faktor adanya hubungan antara kinerja ARTG dengan produktivitas operasi dermaga
Hasil evaluasi ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi operator kapal perintis dan pihak terkait dalam meningkatkan keselamatan dan pelayanan transportasi laut, khususnya selama musim hujan.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa keberhasilan investasi di sektor transportasi laut tidak hanya bergantung pada analisis finansial.
Dengan demikian, CFS Lini 1 terbukti memberikan keunggulan kompetitif bagi pengguna jasa melalui struktur handling charge LCL yang lebih efesien.
Secara keseluruhan, indikator kinerja operasional yang dianalisis menunjukan bahwa Dermaga Talud Tegak telah memenuhi standar kinerja pelayanan operasional yang berlaku di Pelabuhan Umum PELINDO Gresik