Penelitian ini diharapkan meningkatkan budaya keselamatan kerja di kapal tanker.
Faktor yang mempengaruhi akurasi pada metode baringan benda astronomi antara lain: Kondisi alat dan kemampuan dalam menggunakan Sextant, pemahaman terhadap prinsip dasar ilmu navigasi astronomi termasuk kemampuan dalam menggunakan almanak nautika serta ketelitian perhitungan, dan faktor alam berupa kondisi cuaca yang dapat mempengaruhi visibilitas langit saat pengamat melakukan baringan.
Oleh krena itu, disarankan adanya evaluasi rutin sistem kerja kapal, penambahan kru jika diperlukan, serta peningkatan kesadaran dan pelatihan kru mengenai pentingnya manajemen kelelahan untuk menjamin keselamatan dan kesejahteraan pelaut
metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama kegiatan magang di MV. Habco Polaris
Penelitian ini berkontribusi pada pengebangan praktik manajemen yang berkelanjutan untuk pengiriman reefer container.
penelitian ini merekomendasi peningkatan pelatihan dan pemahaman kru terhadap IMDG Code,Pengawasan yang lebih ketat pada proses pemuatan, serta penyusunan dan sosialisasi dokumen muatan berbahaya secara transparan untuk meminimalkan risiko kesalahan penanganan di masa mendatang
Kualitatif adalah pengamatan, wawancara atau penelaahan dokumen, metode kualitatif ini digunakan karena beberapa pertimbangan.
Diharapkan dengan adanya upaya-upaya tersebut, tingkat penggunaan PPE oleh awak kapal dapat meningkat, sehingga risiko kecelakaan kerja selama bongkar muat dapat diminimalkan.
Implikasi dari hasil ini mendorong pentingnya pelatihan berbasis pengalaman dan jabatan dalam mendukung kepatuhan terhadap regulasi lingkungan maritim.
Secara keseluruhan, kurangnya dukungan perusahaan dan pengetahuan crew berkontribusi pada resiko keselamatan yang serius terkait tali tambat.