Zainuddin, seorang pemuda yang berdarah Minang dari ayah dan berdarah Bugis dari Ibu - dengan hati penuh harapan dan angan akan sambutan gembira dari keluarga ayahnya - dari tanah kelahirannya, Mengkasar, pergi ke Padang Panjang, kampung halaman sang ayah.
"Ah, kenapa pula harus bersedih jika hujan saja tahu bagaimana cara melipur laranya?
... kedua polisi itu menampar dan memborgolku. Di dalam mobil, aku mulai diinterogasi. Mereka menanyakan identitas sampai kenapa aku tidak segera menutup toko begitu terdengar azan Zhuhur.
Cermin itu selalu apa adanya. Jika yang bercermin di depannya memang punya keburukan, dia akan pantulkan tanpa enggan, sehingga orang yang bercermin menjadi tahu apa yang slah darinya, dan tentunya akan timbul kesadaran untuk memperbaikinya.
Sudah lama Adit menyukai Bintangh, gadis manis teman sekelasnya.
Nuansa islam yang amat kental mengukuhkan novel ini sebagai media dakwah.
Pada saatnya nanti, kita akan sampai di titik-titik kejenuhan, merasa lelah akan segalanya, merasa kecewa atas perlakuan buruk manusia, bersedih atas ketidakmampuan diri.
Sebuah novel tentang perjalanan cintal,keluarga, dan karier seorang perempuan jurnalis.
Dua lamaran pernikahan alam satu malam. Hanya satu yang kupilih
Setiap hari saya tempuh jarak 140 km pergi-pulang dari rumah di Tangerang Barat menuju kantor di Sunter